0




Produksi ASI akan menyesuaikan dengan keperluan si kecil. Ketika ASI kosong maka akan mengirimkan respon pada tubuh untuk membuat lebih banyak ASI.

Berikut ini beberapa cara memperbanyak ASI yang dapat dilakukan ibu untuk menunjang tumbuh kembang si kecil:

Berikan ASI sesering mungkin, meskipun ASI tidak begitu banyak namun dengan cara merangsang keluarnya ASI maka akan meningkat. Anda dapat meningkatkan frekuensi menyusui si kecil atau dengan memerah ASI. Semakin sering mengeluarkan ASI maka akan menambah produksi ASI secara alami.

Bunda bisa memberikan kesempatan bayi anda untuk mengkonsumsi ASI dalam waktu lama. Maksud dari cara ini yaitu untuk mengosongkan ASI yang sudah diproduksi sehingga merespon produksi ASI selanjutnya. Inilah sebabnya bunda tidak perlu membuat jadwal menyusui si kecil melainkan memberikan ketika si kecil memerlukan.

Berikan ASI bergantian sehingga si kecil tidak jenuh dengan bagian kiri atau kanan saja. Bayi akan menyesuaikan dengan cara menghisap. Sebenarnya fungsi utama yaitu mengalirkan ASI, sehingga ASI yang telah diproduksi sebaiknya di alirkan dan ASI akan diproduksi kembali.

Pijatan yang benar dan pas akan membantu untuk menambah ASI. Pemijatan dapat dilakukan dari bagian pangkal payudara kemudian tekan dinding dada dengan menggunakan kedua jari. Selanjutnya bunda bisa melakukan gerakan melingkar pada bagian payudara selama beberapa detik lanjutkan dengan memindahkan jari pada daerah berikutnya. Anda bisa mengarahkan pijatan dengan memutar atau radial menuju bagian puting. Kemudian kepalkan tangan untuk memberikan tekanan pada masing jari.

Anda dapat memompa ASI sesudah selesai menyusui apalagi jika anda merasa ASI masih banyak, anda bisa memompa payudara dua sekaligus sehingga lebih menstimulasi produksi ASI dibandingkan apabila bunda melakukan secara bergantian.

Buat suasana yang damai dan relaks sehingga membuat bayi anda lebih lama menyusui. Bunda dapat menciptakan kontak kulit dengan bayi sehingga ketika anda mengajak komunikasi atau membelainya akan memicu hormon oksitosin berperan dalam mengeluarkan.

Anda harus banyak mengkonsumsi air putih. Selain itu jus dari buah dan sayur segar bisa membatu menambah ASI. Hindari merokok karena akan mengganggu ASI dan memberikan pengaruh negatif dari bahan kimia yang berbahaya pada bayi. Begitu pula dengan makanan yang mengandung kafein yang akan menimbulkan pengaruh buruk pada bayi. Anda bisa mengonsumsi ASI Booster Tea untuk meningkatkan produksi ASI.

Tenang saat menyusui merupakan salah satu cara untuk meningkatkan ASI. Bunda dapat mendukung psikologis yang bisa menentukan keberhasilan pemberian ASI. Stres akan berperan besar pada pemberian ASI sehingga menurunkan kemampuan alami untuk mengeluarkan ASI. Ibu menyusui dapat banyak istirahat untuk bisa memberikan ketenangan pada diri dan produksi ASI meningkat.

Terkadang sebagian orang tua yang cemas karena ASI yang tidak lancar diberikan sufor. Padahal pemberian susu formula akan menyebabkan kondisi semakin tidak lancar. Si kecil akan malas mendapatkan ASI bahkan beberapa kondisi menyebabkan bayi bingung puting. Inilah yang menyebabkan volume ASI berkurang karena respon dari si kecil yang tidak maksimal.

Dengan begitu ASI merupakan nutrisi terpenting yang bisa menunjang tumbuh kembang si kecil bahkan ASI bisa memberikan pengaruh psikis pada bayi dengan ibu. Ikatan batin akan semakin kuat pada bayi yang diberikan ASI begitupula dengan daya tahan tubuhnya akan kuat karena antibodi yang berada di dalam kandungan ASI.

Dikirim pada 17 Oktober 2016 di Uncategories


Manfaat Madu Untuk Ibu Hamil dan Janin

Manfaat madu untuk ibu hamil dan janin sangat besar sekali. Madu merupakan cairan penunjang kebugaran yang sangat baik diminum ibu hamil. Sudah selayaknya seorang ibu hamil, musti terus , karena kesehatan sang ibu juga bakal mempengaruhi kesehatan calon bayi atau janin.
Madu sangat banyak kandungan gizinya mulai dari asam amino, zat gula glukosa dan fruktosa, vitamin, riboflavin, thiamin, asam pantotenat, niasin, asam askorbat, piridoksin, dan kandungan mineral antara lain magnesium, kalsium, kalium, natrium, phosphor, zat besi, sulfut, dan mangan. Disamping itu, madu juga mengandung senyawa bermanfaat seperti antibiotik yang terdapat dalam tiap tetesnya. Itulah kenapa madu merupakan salah satu sumber stamina yang sangat disarankan untuk wanita hamil.

Pemakaian Madu Sejak Bangsa Mesir Kuno

Dalam sejarah bangsa Mesir kuno ( 1553-1550 SM) madu sudah menjadi ramuan untuk menyembuhkan berbagai jenis sakit antara lain merangsang pengeluaran kemih, mengobati luka, mengobati sakit perut dan lain sebagainya.
Berikut manfaat madu bagi kesehatan ibu dan janin yang dapat kami rangkum:

1. Meringankan rasa mulas yang dialami ibu hamil

Mulas merupakan salah gangguan yang sering dialami yang sering terjadi. Hormon yang dilepaskan selama kehamilan menjadikan sphincter diantara lambung dan kerongkongan menjadi lunak. Jika keadaaan seperti ini terjadi maka zat asam lambung kembali lagi ke kerongkongan yang menyebabkan rasa terbakar. Keadaan seperti ini bisa terjadi hinga masa-masa terakhir kehamilan.

Hal ini disebabkan karena bayi mendorong organ-organ ke atas. Sehingga efek yang dirasakan juga adanya rasa mulas. Sakit mulas ini dapat dikurangi dengan cara meminum susu yang dicampur dengan madu. Percampuran antara susu dan madu dapat menetralkan kelebihan asam lambung. Minum segelas susu setiap malam sebelum tidur dengan madu untuk ibu hamil, bisa mengatasinya.

2. Membantu Menjaga Sistim Kekebalan Tubuh

Pada masa hamil kadang terserang pilek, karena pada wanita hamil lebih rentan terhadap penyakit. Saat terserang penyakit pilek, maka ibu hamil akan mengalami hal dimana selaput lender mengalami pembesaran yang menyebabkan sulit bernafas. Ibu hamil perlu menambah konsumsi makanan atau minuman yang kaya serat misalnya sayuran untuk ibu hamil. Ibu hamil bisa minum teh dengan tambahan madu untuk membantu meringankan sakit tenggorokan yang tidak nyaman.

3. Mengatasi Morning Sickness

Morning Sickness (Emesis Gravidarum) terjadi pada 70% dari seluruh ibu hamil. Mual dan muntah pada trimester awal masa kehamilan menjadi gangguan juga. Dalam kasus yang berat morning sickness bisa menyebabkan penurunan berat badan, kekurangan nutrisi atau komplikasi kesehatan yang serius, sehingga dapat memengaruhi perkembangan janin.

Di dalam pengobatan tradisional, bagi wanita hamil yang mengalami mual dan muntah biasanya soda dan kerupuk, akan tetapi hal ini hanya mengurangi rasa sakit sementara. Untuk itu sebagai obatnya ibu hamil dapat menyeduh Jahe hangat dengan madu.

4. Meningkatkan Hemoglobin (Sel Darah Merah) pada Wanita Hamil

Madu kesuburan mengandung Fe atau zat besi yang bermanfaat untuk ibu hamil, yang dapat menambah kuantitas eritrosit pada wanita hamil Wanita hamil terkadang mengalami anemia (kurang darah), dengan meningkatnya sel darah merah maka dapat meningkatkan kadar hemoglobin.

5. Membantu Mengurangi insomnia bagi wanita hamil.

Madu akasia diantaranya memiliki khasiat secara khusus untuk menaikkan nafsu makan. Disamping bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh juga dapat menyebabkan ibu hamil mudah untuk tidur.

6. Membantu Menguatkan Kandungan ibu hamil

Madu yang berasal dari pohon apel bisa mengobati rasa mual yang biasa terjadi pada ibu hamil. Disamping itu, madu dari pohon bisa membantu memperkuat rahim wanita hamil. Madu dari pohon juga bisa memperlancar sirkulasi darah sehingga dapat membantu dalam mempersiapkan persalinan.

7. Membantu Meringankan Penyakit Maag Selama Kehamilan

Dalam ramuan untuk mengobati maag saat hamil, gunakan kunyit sebanyak 2 batang dan temu putih sebanyak 1 batang. Kemudian kunyit dan temu putih direbus ke dalam 500 cc air hingga menjadi berkurang setengahnya. ambil rebusan airnya kemudian disaring setelah panasnya berkurang masukkan madu perlahan. Akan tetapi perlu diketahui terlebih dahulu perbedaan mual hamil atau maag, sebelum memutuskan untuk melakukan pengobatan ini.

8. Sangat Aman Bagi Wanita Hamil

Tidak perlu khawatir untuk meminum madu bagi ibu hamil. Di dalam sebuah jurnal Canadian Family Physician menjelaskan pencernaan orang dewasa terdapat bakteri yang dapat melindungi dari botulisme atau penyakit yang menyebabkan otot kaku setelah anak lahir dan berpotensi menyebabkan kematian. Namun toksin dari botulisme sendiri tidak akan sampai kepada plasenta.

Dikirim pada 11 Oktober 2016 di Uncategories
Awal « 1 » Akhir
Profile

“ Haji/Hajjah sariva ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.330 kali


connect with ABATASA